RSS

<-----Yang Terhangat----->

Baca Lawak ni.kelakar tak?


Anak Ajaib

Andi adalah seorang anak kecil yang masih kecil, lurus dan jujur. Suatu hari ia sedang bermain bersama kawannya.
Ari: "Ayahku selalu bilang aku adalah anak yang istimewa kerana aku dilahirkan pada 09-09-1999 sembilan tahun setelah orang tuaku menikah"
Ati: "Aku juga, aku disebut anak bertuah kerana dilahirkan
2 tahun setelah pernikahan orang tua aku tepatnya 08-08-1998″
Andi: (Tidak mau kalah) "Ayahku cakap aku anak ajaib, bayangkan saja aku lahir tahun 07-07-1998!"
Ari: "apa yang ajaib? kan angkanya tak sama?"
Andi: "Memang tapi orang tuaku menikah tahun 1999, ajaib kan ?

Kesalahan Kedua

Suatu hari seorang artis menerima gaji lebih besar dari jumlah gajinya yang sepatutnya.
Jumlahnya cukup besar dan dia merasa sayang untuk melaporkan dan mengembalikannya, jadi dia mendiamkannya saja.
Bulan berikutnya,ia menerima gaji yang lebih kecil dari biasanya.
Ia lalu memutuskan untuk memprotes kepada bos.
"Bos,mengapa gaji saya bulan ini kecil sekali?"
"Bagaimana kamu ini,bulan lalu gajimu dibayarkan lebih besar dari yang seharusnya kamu diam saja.Sekarang kamu protes."
Bingung,malu dan tidak mau kalah bercampur jadi satu, dan si artis menjawab, "Bos, siapa saja boleh buat kesalahan,tapi saya tidak mau itu terjadi untuk kedua kalinya."

Rizal yang Insaf

Kerana sudah berasa insaf, Rizal pergi kesebuah surau untuk mendengar ceramah agama. Ketika tabung derma di edarkan, dia dengan segera membuka dompetnya dan memasukkan RM2 ke dalam tabung derma itu.

Tiba-tiba, seorang pak cik yang duduk di belakangnya menepuk bahunya dan memberikannya duit sebanyak RM200 kepada Rizal. Rizal tersenyum. Dia mengambil duit itu dan memasukkan kedalam tabung derma itu juga. Rizal menoleh dan berasa kagum dengan kemurahan hati pak cik itu . Tidak berapa lama kemudian, pak cik dibelakang Rizal kembali menepuk bahunya dan Rizal mendengar bisikan dari pak cik itu "Encik, kata pak cik tersebut, duit RM200 itu sebenarnya terjatuh dari beg duit encik tadi".




Hadiah Perpisahan Guru Besar

Ketika itu adalah akhir tahun persekolahan, dan seorang Guru Besar sedang menerima hadiah dari murid-muridnya. Salmi anak kepada seorang pemilik kedai bunga memberinya hadiah. Guru Besar menggoyangkan kotak hadiah itu, memegangnya di atas kepala, dan berkata, "Aku yakin aku tahu apa ini. Beberapa kuntum bunga..?"

"Itu benar" anak murid itu berkata, "tapi bagaimana Cikgu tahu?"

"Oh, hanya meneka," katanya.

Murid berikutnya adalah anak perempuan kepada seorang pemilik kedai manisan. Guru Besar memegang hadiah itu, menggoyangnya, dan berkata, "Aku yakin aku boleh meneka apa ini. Sebuah kotak gula-gula."

"Itu benar, tapi bagaimana Cikgu tahu?" tanya murid itu.

"Oh, hanya meneka," kata Guru Besarnya.

Hadiah berikutnya adalah dari anak seorang pemilik kedai minuman keras. Guru memegang kotak hadiah itu, tapi kotak itu bocor. Dia menyentuh setitik kebocoran itu dengan jarinya dan menyentuh ke lidahnya.

"Apakah anggur?" ia bertanya. "Tidak," jawab anak murid itu, dengan gembira.

Guru mengulanginya, mengambil cairan dari kotak yang bocor itu ke lidahnya.

"Apakah champagne?" ia bertanya.

"Tidak," jawab anak murid itu, dengan lebih banyak tersenyum.

Guru merasai lagi sebelum menyatakan,

"Aku menyerah, apa ini?"

Anak murid itu menjawab, "Itu anak anjing!"




sumber
kelab-jutawan


Kongsi

0 komen:

 

speed